
DENPASAR – Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polresta Denpasar bersama jajaran Polsek menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) melalui patroli bersama pada Sabtu (31/10/2026) malam hingga Minggu (1/11/2026) dini hari. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin Kapolresta Denpasar Kombes Pol. I Wayan Winaya, S.I.K., M.H. Selanjutnya, patroli gabungan dipimpin Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Ketut Suaka Purnawasa, S.H., dengan melibatkan 60 personel, terdiri atas 46 personel Polresta Denpasar dan 14 personel Polsek Denpasar Timur.
Patroli menyasar sejumlah jalur strategis di wilayah Denpasar, mulai dari kawasan Kantor Gubernur Bali, Jalan Raya Puputan Renon, Jalan Letda Tantular, Jalan Cok Agung Tresna, hingga kawasan Mal Plaza Renon. Petugas kemudian melanjutkan pemantauan ke Jalan Hayam Wuruk, Jalan Surapati, Jalan Kapten Agung, Jalan Sugianyar, Jalan Udayana, hingga Lapangan Puputan Badung, sebelum kembali ke kawasan Kantor Gubernur Bali.
Di sepanjang rute patroli, personel melaksanakan pengamanan stasioner dan patroli dialogis dengan masyarakat. Petugas juga menyampaikan imbauan kamtibmas agar masyarakat senantiasa menjaga ketertiban, meningkatkan kewaspadaan, serta menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan bersama.
Pengamanan turut difokuskan di sekitar Lapangan Puputan Badung dan kawasan Pura Jagatnatha, khususnya untuk memantau situasi saat umat melaksanakan persembahyangan serta memastikan kondisi parkir tetap tertib.
Selama kegiatan berlangsung, petugas tidak menemukan gangguan kamtibmas menonjol maupun aktivitas balap liar atau trek-trekan di sepanjang jalur patroli. Situasi secara umum terpantau aman, tertib, dan kondusif hingga kegiatan berakhir.
Melalui patroli KRYD yang dilaksanakan secara terpadu, Polresta Denpasar berupaya meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat, mengantisipasi potensi gangguan keamanan, serta membangun rasa aman melalui pendekatan yang humanis.
Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan terus terjaga, sehingga suasana Denpasar yang aman, tertib, dan nyaman dapat dirasakan bersama, baik pada malam hari maupun saat masyarakat menjalankan aktivitas keagamaan dan kegiatan sehari-hari.




